Kebumen, 5 Februari 2026 — MTs Negeri 2 Wonogiri melaksanakan kegiatan studi tiru ke MTs Negeri 1 Kebumen pada Kamis, 5 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan (GTK) sebagai upaya meningkatkan mutu tata kelola madrasah serta memperluas wawasan dalam pengembangan program pendidikan.

Rombongan MTsN 2 Wonogiri tiba di MTsN 1 Kebumen sekitar pukul 09.00 WIB dan disambut hangat oleh keluarga besar MTsN 1 Kebumen di Aula VIP. Suasana akrab dan penuh keterbukaan terasa sejak awal kegiatan, mencerminkan semangat silaturahmi dan kolaborasi antar-madrasah.
Kegiatan diawali dengan rangkaian acara pembukaan yang berlangsung khidmat dan religius. Suasana kekeluargaan yang terbangun menjadi pengantar yang baik bagi berlangsungnya dialog dan diskusi sepanjang kegiatan.



Sambutan dan Makna Kunjungan
Dalam sambutannya, Kepala MTsN 2 Wonogiri, Ahmad Syaifudin Zuhri, S. E., M. M., menyampaikan bahwa kegiatan studi tiru ini merupakan bagian dari ikhtiar madrasah untuk ngangsu kawruh, belajar dari madrasah yang telah lebih dahulu berkembang, sekaligus mempererat silaturahmi.
Sementara itu, Kepala MTsN 1 Kebumen, H. Muhiban, S.Ag., M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan pandangannya bahwa kegiatan ini lebih tepat dimaknai sebagai studi sanding, bukan sekadar studi banding.
“Kegiatan ini bukan studi banding, tetapi studi sanding. Kita duduk bersanding, saling berbagi pengalaman, saling mengisi, dan saling menguatkan untuk kemajuan madrasah,” tutur Muhiban.
Pandangan tersebut menjadi penguat semangat bagi rombongan MTsN 2 Wonogiri dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Pembelajaran dari MTsN 1 Kebumen
Melalui sesi pemaparan dan diskusi, MTsN 1 Kebumen menyampaikan sejumlah program unggulan. Program tersebut meliputi Full Day School (FDS), Islamic Boarding School (IBS), serta Program Kelas Cendekia (PKC).
Dari kegiatan ini, MTsN 2 Wonogiri memperoleh beberapa pembelajaran penting. Pertama, seluruh warga madrasah perlu memiliki komitmen bersama. Kedua, madrasah harus fokus pada proses pembinaan prestasi. Selain itu, kerukunan dan kebersamaan perlu dijaga secara konsisten. Terakhir, setiap program harus dijalankan secara berkelanjutan. Dengan demikian, hasil studi tiru ini dapat menjadi referensi untuk pengembangan madrasah.

Observasi Lapangan
Usai sesi diskusi, rombongan MTsN 2 Wonogiri berkesempatan melakukan observasi lapangan dengan meninjau sejumlah fasilitas pendukung pembelajaran di MTsN 1 Kebumen, antara lain ruang kelas program FDS, perpustakaan dan laboratorium terpadu, progres pembangunan Masjid Baitul Hikmah, serta asrama program IBS.
Kegiatan observasi ini memberikan gambaran nyata tentang implementasi program dan pengelolaan sarana prasarana madrasah secara berkelanjutan.



Komitmen MTsN 2 Wonogiri untuk Terus Berproses
Melalui kegiatan studi tiru ini, MTsN 2 Wonogiri menegaskan komitmennya untuk terus belajar, berbenah, dan berproses. Madrasah besar bukanlah madrasah yang tumbuh secara instan, melainkan madrasah yang konsisten melangkah, menjaga kebersamaan, dan berani bermimpi besar.
Sebagai penutup, MTsN 2 Wonogiri menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar MTsN 1 Kebumen atas sambutan hangat, keterbukaan, serta kesediaan berbagi praktik baik. Semoga sinergi dan silaturahmi ini terus terjaga dan membawa keberkahan bagi kedua madrasah.
“Meski kecil, kita berhak bermimpi besar. Karena madrasah besar adalah madrasah yang terus melangkah dan terus bertumbuh.”





Alhamdulillah MTs N 2 Wonogiri bisa melaksanakan kegiatan study tiru ke MTs N 1 Kebumen, dengan penuh harapan kedepan semoga bisa menjadi keluarga yg bersinergi dan MTs N 1 Kebumen bisa menjadi motivasi bagi MTs N 2 Wonogiri lebih baik dan berprestasi untuk kedepannya.
Amiin ya Robbal Alamin. Terima Kasih Pak Fauzi.